NPEDC (National Polytechnic English Debate Contest)- my amazing experience – part 1
13 Sep 2009 Leave a Comment
23 ~ 26 Agustus 2005 – Semarang (NPEDC 6th)
Waktu itu saya masih berkuliah di Politeknik Manufaktur Negeri Bandung yang merupakan cikal bakal pendidikan politeknik di Indonesia tercinta kita yang didirikan tahun 1975 (wow, bias dibilang ‘an ancestor‘ kali yah, heheheh..) hasil kerjasama Pemerintah Indonesia melalui ITB dan Pemerintah Swiss. Tapi zaman berlalu dengan cepat dan PMS-ITB itu pun telah madiri dan nama pun berubah menjadi POLMAN Bandung (nice.. love my almamaters V^o^V) – bila ingin mengetahui lebih dalam tentang POLMAN, silahkan ikuti link ini:
http://www.polman-bandung.ac.id
Yup, back 2 subject – akhir semester 2 itupun saya mengikuti sebuah kontes yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya yang jujur pula bisa membuka ‘tabir’ saya dalam memandang suatu persoalan. Sebelum saya mengikuti kegiatan debat ini, seringkali saya hanya berpikir dari satu sisi saja (entah dari sudut yang positif or even negative – mine or yours). Debat ini bukanlah sembarang debat kusir yang hanya saling melemparkan argument untuk ‘menyerang’ lawannya, tapi debat yang saya ikuti menganut Australian Parliamentary Debate System atau dengan kata lain ialah style debatnya orang-orang Australia yang berada di parlemen-parlemen pemerintahan. Jadi kita mengikuti beberapa rules yang sudah ditentukan, dan apabila melanggar maka penalty akan diberikan sesuai dengan kesepakatan para adjudicators (juri / tim penilai). Bagi rekan-rekan yang tertarik untuk mengetahui rule of the game dari Australian Parliamentary Debate System, coba klik link di bawah ini yah…
Ok langsung ke main course – waktu di Semarang, tim POLMAN mengirimkan 2 tim. 1st (Edi alias KoEd, Nyoman, Jay , & Viqhi ne..) peace guys ^^.. ; 2nd (Santi (me), Aliet, & teh Tina)… it such a long time no see friends.. all of u know being a success man.. good to see all of us were struggle in @field that we took.. tim 1 berhasil masuk 8 besar (great..), nah klo tim 2 alias tim saya masuk 16 besar dari 32 tim yang join dari seluruh politeknik yang ada di Indonesia (maklum, baru pengalaman pertama nih, heheh.. masih butuh exercise & experience). Motion / topic yang membuat tim kita kalah yaitu tentang narkoba. Saya kurang ingat judul aslinya intinya adalah: Government (tim positif) percaya bahwa penjara adalah solusi terbaik dalam menindak para pelaku narkoba (baik pengedar maupun pemakai). Waktu itu saya menjadi jadi tim negatif alias yang tidak setuju dengan argumen di atas. Berbagai argumen telah kami utarakan, termasuk di dalamnya bahwa penjara tidak bisa membuat seseorang jera akan perbuatannya tanpa didukung oleh kerabat keluarga maupun orang disekitarnya, ada juga solusi lain yang bisa ditempuh seperti tempat-tempat rehabilitasi maupun secara spiritual (mendekatkan diri kepada Tuhan) yang lebih efektif dibandingkan mengurung seseorang dibalik jeruji besi. Seperti yang kita ketahui bersama, bahkan ada oknum polisi yang malah memperdagangkan barang haram tersebut di balik jeruji. Sangat naïf bukan.. namun sepertinya argumen demi argumen didukung data yang kami sampaikan belum cukup untuk memenangkan tim kami ke babak selanjutnya. Yah, sedikit kecewa juga, karena dari 3 juri: 1 vote untuk tim lawan, 1 lagi vote untuk kita, & juri terakhir vote untuk tim lawan dengan reason yang g bisa kita terima. Guess what, dia malah bukan menilai dari argumen & data yang dikeluarkan oleh masing-masing tim, tapi alasannya karena “menurut pengalaman saya, ada teman saya yang terlibat narkoba kemudian di rehab tanpa masuk penjara, eh dia balik lagi, so, lebih cocok di penjara biar dia jera”.. wow, what kind of that reason that he told.. well, sayangnya mau g mau keputusan juri tidak bisa diganggu gugat.. okelah, fine, setidaknya kita telah berjuang habis-habisan mengeluarkan kemampuan kita, & selamat untuk tim POLBAN yah (debat yang seru, seperti pertemanan kita yang seru juga walaupun dalam waktu yang singkat^_^..). Singkat cerita, tim yang menjuarai kontes debat waktu itu ialah Politeknik Negeri Malang, disusul kemudian Politeknik Negeri Sriwijaya..(congrats guys – what a close debate.. cool).
Sekarang saatnya acara jalan-jalan di kota semarang dimulai pada waktu malam hari sebelum final. Saya dan teman-teman sempat mampir ke ‘Lawung Sewu’… wow, mistik banget tuh auranya,..horor… g berani masuk (ya iyalah, udah malem pula, pasti para penghuni nya mulai berkeliaran, hiiiii…), jadi ya kita nyebrang ke taman yang di depannya yaitu ‘Tugu Muda’ trus foto-foto deh. Udah gitu mampir ke ‘Simpang Lima’ klo malam hari banyak ‘Teh Poci’ di pinggir jalan alias di atas trotoar, hohoho… dan juga beberapa tempat lainnya (karena udah lama, jadi lupa-lupa ingat, mohon maklum).



Foto dari kiri-kanan: lawung sewu, tugu muda, & simpang lima.
Setelah acara berakhir yaitu tanggal 26 agustus 2005, sebelum pulang ke daerah masing-masing kami pun sempat berfoto-foto ria bersama teman-teman dari berbagai politeknik (keep the friendship guys, o ya milisnya aktif lagi dung..). Tetapi sebelum meninggalkan kota semarang yang penuh kenangan akan debat / adu argumen yang seru kami pun mengikuti city tour yang diadakan oleh panitia. Overall, semarang punya tata letak kota yang lumayan rapi (salut…). Perjalanan pun berakhir dengan naiknya kita-kita kedalam mobil travel yang membawa kita ke kota asal yaitu Bandung tercinta.. welcome home..
![]()
Hello world!
13 Sep 2009 1 Comment
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!





Recent Comments